Education

5 Tips Kinerja Guru Tetap Efektif di Bulan Puasa

Memasuki bulan Ramadhan, Bapak dan Ibu guru yang beragama muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Kegiatan belajar mengajar pada bulan ini mungkin saja dapat terasa melelahkan bagi Bapak dan Ibu guru. Meski begitu kinerja guru harus tetap prima untuk mendukung murid dalam menerima pelajaran.

Sebagai seorang guru, tentu penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dan berenergi untuk kelancaran belajar mengajar di kelas. Jika guru bersemangat, siswa juga pasti ikut merasakan dampaknya dalam belajar di kelas.

Yuk, simak beberapa tips mengatur pembelajaran di bulan puasa, agar kinerja guru tetap efektif!

Tips Kinerja Guru Tetap Efektif

Penilaian Kinerja Guru

Sebelumnya, Bapak dan Ibu guru mungkin sudah tahu ya mengenai Penilaian Kinerja Guru (PKG). Penilaian Kinerja Guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan tugas utama guru dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan, dan jabatannya. 

Artinya, poin-poin kinerja Bapak dan Ibu guru di sekolah akan mendapat penilaian. Penilaian tersebut bisa memengaruhi jenjang karir Bapak dan Ibu guru di Sekolah, misalnya kenaikan pangkat.

Lalu, apa saja sih poin-poin penilaian tersebut? Ini dia 14 nilai kompetensi Penilaian Kinerja Guru:

a. Kompetensi Pedagogik

  1. Menguasai karakteristik peserta didik
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
  3. Pengembangan kurikulum
  4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  5. Pengembangan potensi peserta didik
  6. Komunikasi dengan peserta didik
  7. Penilaian dan evaluasi

b. Kompetensi Kepribadian

  1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional
  2. Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  3. Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

c. Kompetensi Sosial

  1. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif
  2. Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan masyarakat.

d. Kompetensi Profesional

  1. Penguasaan materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.
  2. Mengembangkan keprofesionalan melalui tindakan yang reflektif.

Wah, cukup banyak ya indikator Penilaian Kinerja ini. Tentunya Bapak dan Ibu guru ingin bisa memenuhi nilai-nilai tersebut. Tetapi saat menjalani ibadah puasa, Bapak dan Ibu guru bisa lebih sering merasa lelah sehingga kinerja menurun. Tenang, berikut ada beberapa tips yang Bapak dan Ibu guru bisa ikuti saat mengajar di bulan puasa.

Tips Kinerja Guru Tetap Efektif di Bulan Puasa

1. Menjaga Stamina Tubuh

Menjaga stamina dan tubuh untuk tetap sehat tentu merupakan faktor yang penting. Mengajar membutuhkan energi dan konsentrasi, terlebih lagi saat bulan puasa.

Untuk itu, Bapak dan Ibu guru dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Makan bernutrisi saat sahur dan berbuka. Konsumsilah makanan dan minuman yang bernutrisi dengan secukupnya. Menu yang seimbang seperti karbohidrat, serat dan protein menjaga energi Bapak dan Ibu guru lebih lama. Jangan lupa konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, serta minum air dengan cukup,  
  • Olahraga dengan intensitas ringan. Agar tetap bugar, olahraga seperti jalan santai, yoga dan senam ringan, serta bersepeda santai cocok dilakukan di bulan puasa tanpa menguras terlalu banyak energi atau membuat dehidrasi.
  • Konsumsi suplemen. Suplemen dapat membantu Bapak dan Ibu guru melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
  • Tidur dengan teratur. Walau harus bangun untuk mempersiapkan sahur, usahakanlah untuk tetap mengatur waktu tidur dengan baik. Bapak dan Ibu guru dapat tidur lebih awal di malam hari, mencuri waktu untuk tidur siang selama 20-30 menit saat istirahat atau ketika dalam perjalanan pergi/pulang mengajar.

2. Pembelajaran Dua Arah

Mengajar secara satu arah, dimana Bapak dan Ibu guru memberi ceramah dari awal hingga akhir bisa membuat cepat merasa haus atau kelelahan.

Agar dapat mengelola energi dengan yang lebih baik, Bapak dan Ibu guru dapat lebih banyak menerapkan pembelajaran dua arah di kelas.

Bapak dan Ibu guru dapat melakukan beberapa contoh kegiatan atau strategi mengajar sebagai berikut:

  • Flipped Classroom. Siswa ditugaskan untuk belajar secara mandiri mengenai konsep dan ide-ide mengenai materi pembelajaran di rumah. Saat masuk kelas, barulah siswa mempraktikkan materi tersebut dibawah bimbingan Bapak dan Ibu guru.
  • Peer Teaching.  Berikan kebebasan untuk siswa dalam memilih area ketertarikan yang masih tercakup dalam materi pelajaran. Sediakan kesempatan bagi siswa dalam melakukan riset mengenai topik tersebut dan membuat rangkumannya, misalnya dalam bentuk presentasi. Atur waktu di kelas dimana siswa dapat mempresentasikan topik yang dikerjakannya kepada kelas.
  • Online Driver. Apabila kegiatan kelas harus dilakukan secara daring, Bapak dan Ibu guru dapat melakukan strategi yang satu ini. Metode pembelajaran ini juga dapat dikatakan sebagai tipe pembelajaran asinkronus

    Metode ini mengandalkan teknologi sebagai cara utama dalam menyampaikan materi pelajaran. Siswa dapat belajar melalui materi dalam bentuk PPT, PDF ataupun video dan mengumpulkan tugas melalui HP, Laptop, Tablet, dll. Umumnya, guru juga tidak harus hadir secara real-time dalam metode ini, namun Bapak dan Ibu guru tetap berperan sebagai fasilitator untuk memberi bimbingan, dukungan atau sumber saat dibutuhkan.
  • Station Rotation. Strategi ini merupakan salah satu tipe blended learning. Saat kelas berlangsung, sekelompok siswa harus berotasi dari satu “stasiun” ke yang lainnya dalam waktu tertentu dari jadwal mata pelajaran yang berlaku.

    Stasiun ini umumnya dibagi tiga, 1.) Pembelajaran Daring, 2.) Proyek Kelompok , 3.)Instruksi tatap muka. Misalnya kelas akan berlangsung selama 90 menit, Bapak dan Ibu guru dapat membagi waktu untuk berotasi dari satu stasiun ke yang lainnya selama 30 menit. Maka dalam waktu 30 menit, siswa dapat menyelesaikan tugas secara daring, kemudian berpartisipasi dalam proyek kelompok, lalu berdiskusi secara tatap muka dengan Bapak dan Ibu guru.

3. Berikan Waktu untuk Jeda

Bapak dan Ibu guru dapat memberikan waktu jeda sejenak untuk siswa di sela-sela sesi pembelajaran. Waktu jeda terutama dapat dilakukan ketika akan transisi dari topik satu ke yang lainnya.

Tak hanya siswa, Bapak dan Ibu guru juga dapat terbantu untuk mengistirahatkan pikiran sehingga dapat lebih fokus dan rileks.

Menurut penelitian, kelompok subjek yang terus menerus belajar menunjukkan penurunan performa secara progresif dalam waktu lima puluh menit. Sementara, subjek yang mengambil istirahat menunjukkan performa yang konsisten atau stabil. 

Pada waktu jeda, Bapak dan Ibu guru juga dapat menginisiasi aktivitas ice-breaking yang tidak terlalu melelahkan untuk dilakukan bersama, misalnya menyambung cerita, atau stretching di kelas.

4. Classroom Resources

Bapak dan Ibu guru dapat memanfaatkan classroom resources untuk membantu membuat materi pelajaran atau soal dengan bebas repot. Saat ini, banyak classroom resources seperti video, PPT, worksheets, file pelajaran (.doc, .PDF), buku dan kamus, kuis, bank soal yang bisa didapatkan lewat internet.

KOCO juga menyediakan berbagai kumpulan rangkuman materi mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dari berbagai mata pelajaran, lho! Tak hanya, itu KOCO juga menyediakan berbagai pilihan buku pelajaran dari KEMDIKBUD serta 35,000+ kumpulan bank soal yang bisa diakses melalui Learning Management System (LMS) KOCO Schools. Bapak dan Ibu guru bisa mendapatkannya dengan mendaftarkan diri secara gratis di sini.

5. Menggunakan Aplikasi Mengajar

Saat ini sudah banyak bermunculan berbagai aplikasi mengajar yang dapat  membantu kebutuhan Bapak dan Ibu Guru.

Sebut saja seperti Quizlet untuk membuat kuis dalam bentuk flash card, pilihan ganda, mengunggah video, mengunggah gambar, dll. Canva, untuk desain  presentasi logo, poster, infografis. Slido, untuk tanya jawab dengan siswa saat sesi daring. Kahoot sebagai platform pembelajaran yang berbasis permainan, dan banyak lainnya.

Aplikasi-aplikasi ini tentunya dapat membantu Bapak dan Ibu guru menghemat energi dan juga waktu. 

Cara Guru Mendukung Murid di Bulan Puasa

Pada bulan Ramadhan, siswa-siswi beragama muslim diwajibkan berpuasa. Saat di kelas, tak jarang siswa merasakan kantuk, letih, dan mungkin meminta keringanan saat belajar. Meski begitu, tentu pelajaran tetap harus dapat diterima dengan baik oleh siswa.

Berikut beberapa cara Bapak dan Ibu guru dapat mendukung siswa-siswi yang menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

1. Saling Memahami

Tidak semua siswa wajib menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan, begitu pula dengan Bapak dan Ibu guru. Karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung siswa merasa nyaman dan aman. Ingatkan siswa untuk saling bertoleransi dan memahami perbedaan.

2. Beri Ruang dan Waktu

Pada bulan Ramadhan, rasa ketakwaan meningkat dan banyak orang yang terdorong untuk memperbaiki diri serta lebih mendekatkan diri pada Tuhan, termasuk para siswa. Ini dapat menjadi waktu yang tepat bagi Bapak dan Ibu guru untuk turut menerapkannya dalam pelajaran. 

Misalnya saat hendak memulai atau mengakhiri pelajaran, Bapak dan Ibu guru dapat mengawalinya dengan berdoa bersama-sama. Bapak dan Ibu guru juga dapat memberi ruang dan waktu sejenak dalam kegiatan belajar mengajar, dimana siswa dapat mengistirahatkan pikiran atau berintropeksi diri.

3. Kurangi Aktivitas Fisik

Terutama saat mata pelajaran olahraga, kondisi fisik siswa saat  berpuasa menurun dan sulit untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. Bapak dan Ibu guru dapat memberikan alternatif lain bagi siswa untuk berlatih.

4. Awasi Siswa yang Mungkin Memerlukan Dukungan Tambahan

Berbuat kebaikan dan melakukan sesuatu yang bermakna identik  dengan semangat bulan Ramadhan. Momen ini mungkin juga dapat menjadi pengingat bagi Bapak dan Ibu guru saat ini dan berikutnya dalam memberikan dukungan tambahan untuk siswa yang terlihat sedang membutuhkannya.

Perhatikanlah jika ada siswa yang tidak berperilaku seperti biasanya. Bersiaplah untuk menawarkan dukungan dengan cara apa pun yang Bapak dan Ibu guru dapat berikan. Mungkin ada baiknya berbicara dengan orang tua siswa atau siswa tersebut tentang konseling jika bulan itu sangat sulit bagi mereka secara emosional.

Itu tadi beberapa tips yang Bapak dan Ibu guru ikuti selama mengajar dan mendukung siswa di bulan puasa. Semoga membantu!

Leave a Reply

Your email address will not be published.