Teaching Resources

7 Strategi Penerapan Personalisasi Pembelajaran di Kelas

Personalisasi Pembelajaran—Tidak semua siswa punya gaya belajar yang sama. Hal ini terkadang membuat mereka kesulitan ketika harus memahami materi yang diajarkan oleh guru di kelas. 

Sebagai solusinya, Bapak dan Ibu guru bisa menerapkan personalisasi pembelajaran. Dilansir dari Valamis, personalisasi pembelajaran adalah mengadaptasi sebuah metode atau teknik pembelajaran yang lebih cocok untuk setiap pelajar siswa berdasarkan gaya belajar, latar belakang, kebutuhan, dan pengalaman yang sudah mereka dapatkan sebelumnya. 

Pembelajaran yang dipersonalisasikan ini bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mengembangkan pemahamannya terhadap suatu materi dan kemampuan belajar.

Dengan begitu, kegiatan belajar akan terasa lebih menyenangkan dan siswa tidak merasa seperti dipaksa harus belajar. 

Baca juga Personalisasi Pembelajaran: Pengertian, Keuntungan, dan Cara Penerapannya

Lantas, bagaimana strategi penerapan personalisasi pembelajaran ini? Dilansir dari Prodigy Game, berikut strateginya.

1. Pastikan Guru Sudah Mendapat Pelatihan

Langkah pertama untuk menerapkan pembelajaran personalisasi di kelas, pastikan Bapak dan Ibu guru sudah mendapatkan program pelatihan guru mengenai pembelajaran yang dipersonalisasikan. Ketika guru sepenuhnya memahami proses, metode, penilaian, teknologi, dan tujuan yang terlibat, maka pembelajaran yang dipersonalisasi dapat berjalan dengan lancar.

Namun, ketika guru tidak mendapatkan pelatihan secara menyeluruh, program pembelajaran  tidak akan berfungsi dengan baik.

Sangat penting bagi guru untuk memahami bagaimana menilai minat, kekuatan, dan kelemahan setiap siswa. Dengan begitu, guru dapat menempatkan siswa dengan benar dalam proses personalisasi pembelajaran.

Personalisasi Pembelajaran Guru
Pelatihan Guru dengan Topik Personalisasi Pembelajaran
2. Gunakan Teknologi untuk Menciptakan Lingkungan Belajar yang Dipersonalisasi

Menggunakan teknologi untuk terhubung dengan siswa adalah cara terbaik untuk memberikan pembelajaran yang dipersonalisasi.

Misalnya, menggunakan sistem pembelajaran berbasis permainan memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan masing-masing sekaligus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Selain itu, siswa juga dapat menggunakan Google Documents untuk mengerjakan tugas kelompok. Tidak hanya memudahkan mereka dalam mengerjakan tugas kelompok, tapi juga memudahkan guru untuk memantau progres tugas yang dikerjakan siswa.

3. Libatkan Siswa Dalam Menentukan Rencana dan Tujuan Pembelajaran

Siswa yang diizinkan untuk memberikan pendapat mengenai rencana dan tujuan pembelajaran dapat mengembangkan keterampilan dengan lebih baik. Sebab, mereka jadi lebih termotivasi untuk belajar.

Sebagai contoh, berikan siswa pilihan antara membaca cerita pendek atau mendengarkan versi audio sambil membaca. Izinkan siswa untuk memilih apakah mereka akan membuat catatan online, di atas kertas, atau merekam catatan mereka secara lisan.

Membiarkan pembelajaran khusus semacam ini memberi siswa kemampuan untuk memilih proses yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

4. Beri Siswa Kesempatan untuk Menunjukkan Kemampuannya 

Bukannya siswa tidak mau menunjukkan kemampuannya, hanya saja terkadang mereka merasa malu dan kurangnya ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan siswa ruang atau kesempatan untuk bisa menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. 

Mendapat nilai ujian atau latihan yang tidak memenuhi standar, bukan berarti siswa tersebut tidak pandai. Mungkin saja, mereka kurang memahami materi yang diajarkan atau ada materi lain yang membuat mereka lebih tertarik. 

Melalui pembelajaran dipersonalisasi inilah,  Bapak dan Ibu guru bisa memberi siswa kesempatan untuk menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dengan cara yang berbeda. Misalnya, dengan meminta siswa memasak makanan sederhana menggunakan rumus atau teori matematika yang telah mereka pelajari untuk mengukur jumlah yang tepat dari setiap bahan. 

Ketika siswa membuat kesalahan, jangan tegur terlalu keras. Sebaiknya lakukan 6 cara ini untuk membantu siswa belajar dari kesalahannya.

5. Membuat Daftar Jenis Kegiatan Belajar 

Buatlah daftar materi apa saja yang akan dipelajari, kemudian mintalah siswa untuk memilih jenis kegiatan belajar yang paling cocok untuk mereka. Misalnya, kegiatan belajar individu, konten digital, kolaborasi kelompok, atau kegiatan peer-to-peer

Hal ini akan mendorong setiap siswa agar termotivasi untuk bisa memberikan hasil terbaik setiap harinya. 

Nah, untuk memastikan setiap siswa mengerjakan tugasnya dengan baik, tetapkan poin minimum untuk setiap aktivitas yang dilakukan siswa. Terakhir, tentukan pos pemeriksaan pembelajaran di mana siswa diminta untuk menunjukkan penguasaan mereka akan suatu materi tertentu melalui presentasi di hadapan teman-temannya. 

6. Ciptakan Suasana Belajar di Kelas yang Fleksibel 

Selain memberikan kebebasan pada siswa dalam menentukan jenis kegiatan belajar yang akan dilakukan, dengan pembelajaran yang dipersonalisasikan, Bapak dan Ibu guru juga bisa menciptakan suasana belajar di kelas yang lebih fleksibel. Misalnya, dengan melakukan ice breaking atau mengatur posisi tempat duduk. 

Bahkan, menata ulang ruang kelas dengan mengubah posisi tempat duduk yang lebih fleksibel memberikan manfaat, seperti : 

  • Siswa menjadi lebih disiplin
  • Peningkatan kehadiran dan nilai siswa
  • Suasana belajar di kelas yang lebih menyenangkan
  • Membuat siswa merasa lebih nyaman dan fokus pada pembelajaran
7. Jangan Berikan Siswa PR untuk Dikerjakan Di Rumah 

Dalam metode pembelajaran konvensional, biasanya guru akan menerangkan materi di sekolah, lalu siswa diberi tugas atau PR untuk dikerjakan di rumah. 

Nah, kalau dalam metode pembelajaran personalisasi, alih-alih memberikan siswa PR, guru dapat menggantinya dengan meminta siswa menonton video pembelajaran yang direkam selama kegiatan belajar-mengajar di kelas tadi. 

Hal ini memungkinkan siswa untuk menonton video dengan kecepatan mereka sendiri, menjeda atau memutar ulang kapan pun. Siswa juga dapat berinteraksi dan mengajukan pertanyaan melalui obrolan online dengan teman sekelas dan guru mereka.

Manfaat Menerapkan Personalisasi Pembelajaran

Selain membantu siswa agar lebih mudah memahami materi pelajaran, personalisasi pembelajaran juga memberikan beberapa manfaat berikut ini. 

1. Menghemat Waktu

Berhubung metode pembelajaran yang dipersonalisasikan disesuaikan dengan gaya belajar, pengalaman sebelumnya, dan kebutuhan siswa sehingga membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi pelajaran. Hal ini tentu akan menghemat waktu pembelajaran. 

Metode pembelajaran ini juga dapat menghapuskan materi mana saja yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Hal ini juga sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang dirilis oleh Kemendikbud lho. Dengan begitu, Bapak dan Ibu guru bisa lebih fokus menerangkan materi yang penting dan berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai siswa di masa depan. 

2. Membuat Siswa Lebih Aktif

Dalam metode pembelajaran personalisasi, siswa dapat memilih sendiri jenis kegiatan belajar yang diinginkan, seperti dilakukan secara berkelompok atau individu. Hal ini tentu akan membuat siswa lebih aktif dan peduli dengan kegiatan belajar-mengajar di kelas.

3. Meningkatkan Daya Ingat Siswa

Metode pembelajaran personalisasi menghubungkan antara materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa akan lebih mudah memahami dan menyimpan materi tersebut dalam jangka waktu yang lebih lama dalam otak mereka. 

4. Meningkatkan Motivasi Siswa dalam Belajar

Pembelajaran yang dikaitkan dengan sesuatu yang relevan, seperti kegiatan sehari-hari siswa atau hobinya akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar. Apalagi, jika materi berisi tips atau informasi bermanfaat yang bisa langsung mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu metode pembelajaran yang relevan adalah Project Based Learning.

5. Memberikan Hasil Belajar yang Lebih Baik

Studi menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang dipersonalisasi 98% menghasilkan peningkatan belajar siswa yang lebih baik. Hal ini bisa terlihat dari siswa yang lebih senang dan bersemangat saat mempelajari materi baru, serta tugas atau latihan yang dikerjakan dengan lebih baik  dan tidak asal-asalan. 

Itulah beberapa strategi personalisasi pembelajaran yang bisa Bapak dan Ibu guru terapkan di kelas serta manfaat yang bisa diperoleh dengan menerapkan metode pembelajaran ini. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.