Teaching Resources

9 Karakteristik yang Harus Dimiliki oleh Guru Abad 21

Kemajuan teknologi saat ini telah mempengaruhi banyak bidang kehidupan kita, termasuk cara berkomunikasi, berkolaborasi, belajar, dan mengajar. Guru saat ini tidak bisa lagi menerapkan cara mengajar yang sama dengan generasi sebelumnya karena generasi yang diajar sudah berbeda. 

Tak hanya cara mengajar saja yang berbeda, guru di abad 21 ini juga dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Lantas, apa saja karakteristik yang harus dimiliki guru di abad 21 ini? 

Simak ulasan berikut ini sampai habis, ya.

Karakteristik Guru Abad 21

Saat ini guru tidak hanya harus menguasai materi saja, tapi juga dituntut untuk memiliki beberapa karakteristik penting di abad 21 ini. Apalagi, guru memainkan peranan penting dalam dunia pendidikan, bahkan menjadi salah satu penentu keberhasilan pendidikan. 

Dilansir dari ThoughtCo, berikut adalah beberapa karakteristik penting yang harus dimiliki guru abad 21 agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini. 

1. Menerapkan student centered

Istilah student centered ini kian populer di abad 21 ini dan sudah banyak sekolah yang menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa ini. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran dengan cara ceramah sudah tidak cocok lagi diterapkan pada generasi milenial. 

Nah, sesuai dengan namanya, dalam penerapan student centered ini siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran, sedangkan guru hanya berperan sebagai fasilitator saja. Dengan begitu, siswa memiliki kesempatan untuk meningkatkan atau mengembangkan keterampilan akademik. 

Adapun manfaat dari student centered learning ini, antara lain :

  • meningkatkan motivasi siswa dalam belajar
  • meningkatkan rasa tanggung jawab dan mandiri siswa untuk belajar
  • siswa bisa mempelajari suatu teori atau konsep lebih mendalam
2. Life-long learners

Guru di abad 21 ini juga harus senantiasa meningkatkan pengetahuan, skill, dan kemampuan mengingat teknologi dan informasi ini sangat cepat berubah. Jadi, bukan hanya siswa saja yang dituntut untuk menjadi life-long learner, tapi guru juga harus begitu. 

Guru harus tetap up-to-date dengan tren dan teknologi pendidikan saat ini agar dapat mendampingi siswa sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Melek teknologi

Pembelajaran di abad 21 ini lebih banyak memanfaatkan teknologi dibandingkan pembelajaran  sebelumnya. Sebagai contoh, penggunaan aplikasi pembelajaran untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, menggunakan video pembelajaran saat menerangkan materi tertentu, dan sebagainya. 

Oleh karena itu, guru abad 21 dituntut untuk lebih melek teknologi. Guru harus mampu menguasai dan menerapkan sejumlah teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar siswa yang lebih efektif.

Baca juga 12 Aplikasi Mengajar untuk Guru yang Bisa Diakses Gratis

4. Adaptif

Selain harus melek teknologi, guru abad 21 juga harus lebih adaptif dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Misalnya, smartboard yang menjadi alternatif papan tulis, tablet sebagai alternatif buku, dan video conference untuk pembelajaran online.

5. Paham cara berkolaborasi

Mampu berkolaborasi atau bekerja sama dengan tim sudah menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki baik siswa maupun guru. Tidak hanya berkolaborasi dengan sesama tenaga pendidik, guru abad 21 juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan siswa dalam pembelajaran. 

Misalnya, berkolaborasi dalam menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan. 

Selain itu, guru juga harus membangun kolaborasi dengan orang tua siswa untuk memantau perkembangan anak di sekolah. 

Bantuk kolaborasi antar guru dan antar siswa itu sendiri dapat dilakukan lewat Project Based Learning.

6. Berpikir ke depan

Tidak hanya berperan sebagai tenaga pendidik saja, tapi guru di abad 21 ini juga berperan sebagai mentor siswa. Jadi, guru tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi saja, tapi juga mengarahkan siswa. 

Oleh karena itu, guru abad 21 harus memiliki pola pikir ke depan. Dengan demikian, guru dapat mengarahkan dan mempersiapkan siswa untuk masa depan yang lebih baik. 

Sebagai contoh, guru menyadari siswa memiliki potensi yang bagus dalam bidang teknologi, kemudian mengarahkannya menuju peluang karir yang sesuai. 

7. Kreatif dan Inovatif

Karakteristik yang harus dimiliki guru abad 21 berikutnya adalah kreatif dan inovatif. Guru diharapkan mampu memanfaatkan dan mengombinasikan teknologi dengan materi pembelajaran sehingga menghasilkan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. 

Misalnya, mengganti buku teks dengan sumber daya web atau mengganti kuis dengan cara menulis di kertas dengan aplikasi kuis pembelajaran, seperti Kahoot!, Quizizz, KOCO Quiz, dan Wordwall. 

8. Reflektif

Dalam hal ini, reflektif artinya guru mampu menganalisis hasil belajar siswa untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif tahu kapan strategi mengajarnya kurang optimal dan harus diganti agar siswa dapat mencapai keberhasilan dalam belajar. 

Sayangnya, masih ada beberapa guru yang kurang peka kalau strategi mengajarnya kurang sesuai dengan gaya belajar siswa, meskipun sudah mengajar bertahun-tahun. Strategi mengajar yang kurang sesuai dengan siswa dapat membuat mereka sulit menyerap pembelajaran. 

Maka dari itu, guru abad 21 harus memiliki karakteristik yang satu ini untuk mendukung keberhasilan siswa dalam belajar. 

9. Fleksibel

Selain mudah beradaptasi dengan segala perubahan lingkungan, dengan kemajuan teknologi saat ini, guru abad 21 juga diharapkan dapat lebih fleksibel dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya, siswa dapat mengumpulkan tugas melalui email atau mengajar menggunakan video conference bila sedang tidak berada di sekolah. 

guru abad 21
Karakter Guru Abad 21

Karakteristik yang Harus Dihindari Guru Abad 21

Ada karakteristik yang harus dimiliki, ada juga karakteristik yang harus dihindari oleh guru abad 21. Sebab, generasi yang dididik sudah berbeda sehingga beberapa karakteristik ini sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan pada generasi saat ini. 

Apa saja karakteristik yang harus dihindari guru abad 21? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari Teach Thought

1. Tidak mau belajar dari sesama guru

Dengan kemajuan teknologi saat ini, segala sesuatu terasa cepat sekali berubah. Tak terkecuali strategi dalam pembelajaran yang juga bisa berubah seiring waktu. 

Strategi pembelajaran yang dulu diterapkan pada generasi sebelumnya, mungkin sudah tidak sesuai lagi untuk generasi sekarang sehingga mau tidak mau guru harus berinovasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan siswa saat ini. Cara terbaik untuk meningkatkan pengajaran adalah dengan berdiskusi dan bertanya dengan sesama guru mengenai strategi pembelajaran yang digunakannya. 

Namun, tak sedikit pula guru yang enggan untuk berdiskusi atau bertanya dengan sesama guru mengenai hal tersebut. Padahal, strategi pembelajaran yang tidak sesuai dengan siswa bisa mempengaruhi keberhasilan mereka dalam belajar. 

2. Mengajar tanpa empati

Dalam hal ini empati yang dimaksud bukanlah empati secara emosional, melainkan kemampuan guru dalam menempatkan diri pada posisi siswa dan membayangkan apa yang mereka inginkan, sukai, dan butuhkan. 

Mengajar tanpa rasa empati akan membuat guru sulit menentukan metode pembelajaran yang tepat untuk siswa. Tidak hanya itu saja, hubungan antara guru dan siswa pun menjadi kurang baik. 

3. Guru mendominasi pembelajaran

Dilansir dari IOSR Journal of Research & Method in Education (IOSR-JRME), proses belajar mengajar yang didominasi oleh guru akan membuat siswa kurang semangat dalam belajar dan mudah lupa dengan materi yang diajarkan. Itulah salah satu alasan mengapa saat ini  pembelajaran harus berpusat pada peserta didik dan guru hanya berperan sebagai pembimbing saja. 

4. Menggunakan strategi pembelajaran yang tidak bervariasi

Salah satu alasan mengapa guru abad 21 harus memiliki karakteristik kreatif dan inovatif adalah agar dapat menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi. Hal ini dinilai akan membuat siswa lebih bersemangat belajar, serta menciptakan siswa yang kreatif dan inovatif juga. 

Strategi pembelajaran yang itu-itu saja alias tidak bervariasi akan membuat lebih mudah merasa bosan saat belajar di kelas dan kurang mampu mengembangkan pikiran yang kreatif dan inovatif. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.