Teaching Resources

Apa Perbedaan Pembelajaran Sinkronus dan Asinkronus?

Sinkronus dan Asinkronus – Pembelajaran daring atau juga dikenal dengan istilah pembelajaran jarak jauh (PJJ) kini semakin populer. Pasalnya, pembelajaran ini memungkinkan Bapak dan Ibu guru untuk tetap mengajar, meskipun tidak sedang berada di sekolah. 

Akan tetapi, komunikasi sering kali menjadi tantangan terbesar dalam pembelajaran daring sehingga Bapak dan Ibu guru perlu mencari cara paling efektif untuk berkomunikasi dengan setiap siswa. Dengan begitu, materi yang diajarkan bisa diterima dengan baik oleh para peserta didik. 

Sebagai solusinya, Bapak dan Ibu guru bisa mencoba pembelajaran dengan pendekatan sinkronus dan asinkronus.

Apa itu pembelajaran sinkronus dan asinkronus? Apa perbedaan keduanya? Yuk, temukan jawabannya dalam ulasan berikut ini. 

Apa Itu Pembelajaran Sinkronus dan Asinkronus?

Istilah pembelajaran sinkronus  dan asinkronus ini mungkin masih terdengar asing. Tak heran jika beberapa orang masih belum memahami kedua istilah ini. 

Dalam dunia pendidikan, pembelajaran sinkronus adalah interaksi pembelajaran yang terjadi antara guru dan siswa pada waktu bersamaan atau real time melalui video conference (Zoom, Google Meet), chatting, ataupun telepon. Jadi, Bapak dan Ibu guru bisa menyampaikan materi secara langsung kepada siswa, meskipun dilakukan secara daring. 

Adapun manfaat utama dari pembelajaran sinkronus ini adalah membuat siswa lebih aktif dan terhindar dari perasaan terisolasi karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan teman dan gurunya selama proses pembelajaran. Namun, dari segi waktu, metode pembelajaran ini tidak begitu fleksibel sehingga siswa harus menyediakan waktu khusus untuk belajar. 

Sebaliknya, pembelajaran asinkronus adalah interaksi pembelajaran antara guru dan siswa yang tidak terjadi secara langsung, bisa melalui aplikasi mengajar atau LMS, e-mail, web, dan pesan yang dikirim ke grup Whatsapp. 

Sebagai contoh, Bapak dan Ibu guru memberikan materi yang bisa dipelajari ulang oleh siswa dalam berbagai format seperti file PPT, PDF, ataupun video.

Pembelajaran ini menawarkan kemudahan dalam belajar karena siswa bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Hal yang sama juga dirasakan guru yang mana bisa memberikan materi pembelajaran kapan dan di mana saja. 

Jika dilihat dari pengertiannya, perbedaan antara pembelajaran dengan pendekatan sinkronus dan asinkronus terletak pada waktu. 

Pembelajaran sinkronus terjadi pada waktu bersamaan (real time), sedangkan asinkronus tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Namun, keduanya sama-sama menggunakan perangkat alat komunikasi elektronik, seperti smartphone dan laptop. 

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Sinkronus dan Asinkronus

Meskipun kedua pembelajaran ini mempermudah kegiatan belajar mengajar, tetapi keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut kelebihan dan kekurangan pembelajaran sinkronus dan asinkronus yang perlu Bapak dan Ibu guru ketahui. 

Sinkronus

Adapun kelebihan yang ditawarkan oleh pembelajaran secara real time ini adalah sebagai berikut:

• Pembelajaran Terstruktur

Salah satu kelebihan dari pembelajaran sinkronus adalah pembelajarannya yang lebih terstruktur. Hal ini dikarenakan siswa dituntut untuk aktif berpartisipasi dalam kelas dengan panduan yang jelas tentang seberapa cepat tugas harus diselesaikan sekaligus membantu mengendalikan kecepatan belajar siswa. 

Struktur seperti ini dinilai sangat baik untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar daring tetap berjalan sebagaimana mestinya dan mengurangi adanya siswa yang tertinggal atau kesulitan menyesuaikan diri dengan teman-teman yang lain. 

• Meningkatkan Interaksi Guru dan Siswa

Pembelajaran sinkronus memungkinkan siswa untuk berinteraksi secara real time dengan guru maupun teman sekelas. Dengan begitu, siswa tidak merasa terisolasi, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring. Agar tidak mudah bosan, ada baiknya pembelajaran Sinkronus juga dibarengi dengan Ice Breaking

Selain itu, pembelajaran sinkronus juga memudahkan siswa untuk berdiskusi saat ada tugas kelompok atau bertanya pada guru ketika ada materi yang kurang dipahami secara langsung. 

• Meningkatkan Motivasi Siswa

Berhubung pembelajaran dilakukan secara langsung sehingga mendorong siswa agar dapat menyelesaikan tugas dengan lebih cepat dan tetap fokus pada pembelajaran. 

• Memudahkan Guru untuk Memberikan Instruksi Langsung

Pembelajaran sinkronus juga memudahkan guru dalam memberikan instruksi tugas kelompok secara langsung atau menjelaskan materi pada siswa. Selain itu, jika ada siswa yang belum memahami materi, guru juga bisa langsung menjelaskan padanya. 

Selain kelebihan, pembelajaran sinkronus ini juga memiliki kekurangan. Berikut beberapa kekurangan dari pembelajaran sinkronus. 

• Kurang Fleksibel

Dari segi waktu, pembelajaran sinkronus ini kurang fleksibel karena siswa dan guru harus meluangkan waktu tertentu agar dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Siswa juga diwajibkan untuk hadir semua dalam kelas virtual, seperti Zoom atau Google Meet. 

• Koneksi Internet yang Buruk

Baik pembelajaran sinkronus maupun asinkronus, keduanya sama-sama membutuhkan koneksi internet yang bagus dan lancar untuk menyampaikan informasi dengan jelas. Sayangnya, tidak semua orang memiliki koneksi internet yang bagus.

Inilah yang menjadi kendala saat menerapkan pembelajaran sinkronus di kelas. Koneksi internet yang buruk akan membuat siswa sulit memahami materi, bahkan tidak bisa hadir di kelas. 


Asinkronus

Sama seperti pembelajaran sinkronus, pembelajaran yang satu ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Berikut kelebihan yang dimiliki pembelajaran asinkronus. 

• Waktu yang Fleksibel

Berhubung pembelajaran asinkronus ini bisa dilakukan di mana dan kapan saja sehingga memudahkan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Guru bisa memposting materi dalam bentuk file PPT, PDF, ataupun video pembelajaran di Google Drive atau aplikasi pembelajaran lainnya di mana dan kapan saja. 

Sebaliknya, siswa juga bisa mengakses materi yang sudah dibagikan oleh guru di mana dan kapan saja. Jadi, ketika mereka ingin mempelajari kembali materi atau mengulang penjelasan guru, tinggal mengaksesnya melalui email atau aplikasi pembelajaran lainnya. 

Dengan pembelajaran ini juga bisa meminimalisir siswa yang ketinggalan pelajaran karena kondisi tertentu, misalnya sakit. 

• Melatih Kemampuan Belajar Mandiri Siswa

Pembelajaran asinkronus juga bisa melatih kemampuan belajar mandiri siswa karena materi pembelajaran bisa diakses kapanpun mereka membutuhkannya. Jadi, bila ada materi atau penjelasan yang kurang dipahami, mereka bisa mempelajari kembali materi tersebut sampai benar-benar paham. 

• Meminimalisir Ketertinggalan Siswa Akibat Koneksi Internet

Koneksi internet yang buruk sering kali menjadi kendala saat melaksanakan kegiatan pembelajaran daring. Akibatnya, siswa sering ketinggalan informasi. 

Namun, dengan menerapkan pembelajaran asinkronus, kendala ini bisa diminimalisir. Ketika koneksi internet sedang buruk, guru atau siswa bisa menunda kegiatan belajar mengajar sampai koneksi internet berjalan lancar. 

Adapun kekurangan dari pembelajaran asinkronus ini adalah sebagai berikut. 

• Siswa Rentan Merasa Terisolasi

Berbeda dengan pembelajaran asinkronus yang dilakukan secara waktu bersamaan, pembelajaran asinkronus justru sebaliknya atau offline. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, tentu akan membuat siswa merasa terisolasi karena tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan guru maupun teman-temannya. 

• Rentan Terjadi Miskomunikasi

Kekurangan lain dari pembelajaran ini adalah rentan terjadi miskomunikasi antara guru dan siswa ataupun siswa dengan siswa lainnya. Oleh karena itu, pastikan Bapak dan Ibu guru memberikan instruksi dengan jelas untuk mengurangi terjadinya miskomunikasi yang dapat membuat siswa kebingungan. 

Sinkronus dan Asinkronus
Sinkronus dan Asinkronus

Penerapan Pembelajaran Sinkronus dan Asinkronus

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pembelajaran sinkronus dilakukan secara bersamaan antara guru dan siswa dengan menggunakan sejumlah aplikasi, seperti Zoom, Google Meet, Skype, dan sebagainya. Komunikasi yang terjadi melalui telepon juga termasuk dalam pembelajaran sinkronus. 

Sebaliknya, pembelajaran asinkronus dilakukan secara offline atau tidak bersamaan. Contoh dari pembelajaran asinkronus adalah menggunakan e-mail dan rekaman video pembelajaran. 

Jadi, Bapak dan Ibu guru bisa mengirimkan tugas kepada murid melalui e-mail atau memposting materi dan rekaman pembelajaran pada grup Whatsapp atau aplikasi LMS tertentu. 

Contoh Studi Kasus Pembelajaran Sinkronus dan Asinkronus

Jika masih bingung dengan pembelajaran sinkronus dan asinkronus, Bapak dan Ibu guru bisa menyimak contoh studi kasus di bawah ini. 

Contoh Penerapan Pembelajaran Sinkronus 

Berhubung masih dalam masa pandemi dan sekolah belum menerapkan pembelajaran tatap muka, maka untuk menerangkan mata pelajaran biologi, guru menggunakan aplikasi Zoom dan setiap siswa harus hadir sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. 

Selama pembelajaran berlangsung, siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru dan teman-teman. Misalnya, jika ada yang ingin ditanyakan, siswa bisa langsung bertanya pada guru atau menuliskan pertanyaannya di kolom yang tersedia pada aplikasi Zoom. 

Contoh Penerapan Pembelajaran Asinkronus 

Pada mata pelajaran kimia, guru yang mengampu mata pelajaran tersebut berhalangan hadir, tetapi file materi pembelajaran sudah dijadwalkan otomatis melalui LMS KOCO Schools. Dengan begitu, siswa tetap bisa belajar, meskipun guru berhalangan hadir. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.