Education

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka: Cara Menyusun, Kriteria, dan Aspek di Dalamnya

Memahami ATP Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka resmi diperkenalkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, pada Februari 2022 lalu. Kurikulum ini akan menjadi pengganti kurikulum sebelumnya yang dinilai masih memiliki sejumlah kelemahan dalam penerapannya. 

Sementara Kurikulum Merdeka dapat memberikan ruang yang luas dan fleksibel bagi guru dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Di dalam kurikulum ini, ada istilah yang namanya Alur Tujuan Pembelajaran atau sering disingkat menjadi ATP. 

Apa itu ATP Kurikulum Merdeka? Bagaimana cara menyusunnya? Simak informasi selengkapnya dalam ulasan di bawah ini, ya. 

Apa itu ATP Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Kurikulum ini secara resmi diperkenalkan pada Februari 2022 lalu dan akan menjadi pengganti Kurikulum 2013 yang saat ini masih digunakan pada sebagian besar sekolah di Indonesia. 

Namun, beberapa sekolah sudah ada yang mulai menerapkan Kurikulum Merdeka ini. Kurikulum yang sebelumnya dikenal dengan nama kurikulum prototipe ini diharapkan sudah bisa diterapkan pada semua sekolah di Indonesia di tahun 2024 nanti. 

Nah, dalam kurikulum baru ini juga muncul istilah-istilah baru. Salah satunya adalah Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP.

Dilansir dari Ruang Kolaborasi Kemendikbud, ATP atau Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. 

Dalam penyusunannya, alur ini disusun secara linear sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. 

Secara umum, ATP Kurikulum Merdeka ini memiliki fungsi yang sama dengan silabus, yakni sebagai acuan perencanaan pembelajaran. Bedanya, dalam Alur Tujuan Pembelajaran di Kurikulum Merdeka ini tidak hanya menjadi acuan atau panduan untuk guru saja, tapi juga panduan bagi siswa agar dapat memenuhi pencapaian pembelajaran di akhir fase. 

Capaian pembelajaran di Kurikulum Merdeka sendiri dibagi menjadi ke dalam beberapa fase, yaitu:

  • Fase A: kelas 1 dan 2 SD
  • Fase B: kelas 3 dan 4 SD
  • Fase C: kelas 5 dan 6 SD
  • Fase D: kelas 7 dan 9 SMP
  • Fase E: kelas 10 SMA/SMK/MAK
  • Fase F: kelas 11 dan 12 SMA/MA/MAK, kelas 11-12 SMK program 3 atau 4 tahun

Ada dua poin utama dalam ATP Kurikulum Merdeka yang harus Bapak dan Ibu guru perhatikan, yaitu:

  • Alur Tujuan Pembelajaran ini adalah panduan untuk guru dan siswa dalam melaksanakan capaian pembelajaran di akhir fase tersebut. 
  • Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.

Cara menyusun ATP Kurikulum Merdeka

Langkah-langkah penyusunan ATP

Perlu diketahui bahwa ketiak guru menyusun ATP, guru memiliki hak untuk menyusun alur pembelajaran masing-masing yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran. 

Namun, di lain sisi, guru juga harus memperhatikan beberapa set alur yang telah diberikan oleh pemerintah. 

Selain itu, dalam menyusun ATP, guru juga harus memperhatikan tujuh prinsip, yaitu:

  • sederhana dan informatif;
  • esensial dan kontekstual;
  • berkesinambungan;
  • pengoptimalan tiga aspek kompetensi;
  • merdeka belajar;
  • operasional dan aplikatif; dan
  • adaptif dan fleksibel.

Berikut adalah langkah-langkah menyusun Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka

  1. Lakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) yang memuat materi, kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
  2. Identifikasi kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik sebelum mencapai kompetensi di akhir fase.
  3. Lakukan analisis setiap elemen atau sub-elemen profil pelajar Pancasila sesuai dengan mata pelajaran dan CP pada fase tersebut. 
  4. Rumuskan tujuan pembelajaran dengan mempertimbangkan kompetensi yang harus dicapai peserta didik, pemahaman bermakna yang dipahami, dan keterampilan berpikir seperti apa yang perlu dikuasai oleh peserta didik agar dapat tercapai tujuan pembelajaran. 
  5. Jika tujuan pembelajaran sudah dirumuskan, maka langkah selanjutnya adalah menyusun tujuan pembelajaran secara linear sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. 
  6. Tentukan ruang lingkup materi dan materi utama yang bisa lebih dari satu pada setiap tujuan pembelajaran.
  7. Berdasarkan rumusan tujuan pembelajaran, guru dapat menentukan jumlah jam pelajaran yang diperlukan. Misalnya, tujuan pembelajaran untuk mencapai kompetensi pengetahuan 120 menit, sikap 120 menit, dan keterampilan 480 menit. 

Aspek yang Terdapat dalam ATP Kurikulum Merdeka

Dilihat dari operasional komponen tujuan pembelajaran, ada tiga aspek dalam ATP Kurikulum Merdeka, yaitu kompetensi, konten, dan variasi. Berikut penjelasan lebih lanjutnya. 

1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan yang dimiliki dan bisa diterapkan oleh siswa dalam bentuk produk ataupun kinerja, baik secara abstrak maupun nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi ini sebagai bukti bahwa siswa sudah berhasil mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh oleh. 

Hal ini bisa dilihat setelah siswa mengikuti dan menyelesaikan rangkaian kegiatan pembelajaran di kelas. 

Sebagai contoh, siswa dapat menjelaskan kembali materi yang sudah dijelaskan oleh guru, siswa dapat mengutarakan pendapatnya terhadap suatu permasalahan, dan sebagainya. 

2. Konten

Konten adalah isi atau inti dari pembelajaran yang didapatkan dan harus dipahami oleh siswa setelah mempelajari suatu materi di akhir satu unit pembelajaran. 

Guru dapat menentukan sendiri konten yang harus dipahami oleh siswa di akhir satu unit pembelajaran.

Tak hanya itu saja, guru juga dapat mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran di unit tersebut. 

Misalnya, konten tentang perubahan bentuk makanan menjadi feses karena adanya sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Dari konten tersebut, Bapak dan Ibu guru bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan materi untuk menguji pemahaman siswa sekaligus melatihnya untuk berpikir kritis. 

3. Variasi

Alur Tujuan Pembelajaran Kurikulum Merdeka juga harus memenuhi aspek variasi, yaitu keterampilan berpikir yang harus dikuasai siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. 

Jadi, tidak hanya diterapkan dalam bentuk terciptanya sebuah produk atau kinerja saja, tujuan pembelajaran juga harus dapat membantu siswa dalam mengasah soft skill yang dimiliki, terutama dalam berpikir. 

Adapun keterampilan berpikir yang harus dimiliki oleh siswa adalah kreativitas, berpikir kritis, serta berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills), seperti analisis evaluasi, prediksi, menciptakan, dan sebagainya.

Contoh dari aspek variasi adalah siswa dapat menganalisis suatu permasalahan yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari mengidentifikasi penyebab, pengaruh, hingga mencari solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Kriteria dalam ATP Kurikulum Merdeka

Kriteria dalam ATP kurikulum merdeka

Ada beberapa kriteria dalam ATP Kurikulum Merdeka yang perlu Bapak dan Ibu guru ketahui. Berikut beberapa kriteria tersebut. 

  • Dapat menggambarkan urutan pengembangan kompetensi apa saja yang harus dicapai oleh siswa di akhir fase pembelajaran.
  • Setiap fase dalam Alur Tujuan Pembelajaran dapat menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang linear, mulai dari awal fase hingga akhir fase.
  • Alur Tujuan Pembelajaran yang dibuat untuk seluruh fase dapat menggambarkan cakupan dan tahapan pembelajaran yang mana di dalamnya tercantum tahapan perkembangan kompetensi antar fase dan jenjang. 

Ikut Webinar Kurikulum Merdeka Terbaru 2022!

pelatihan guru 2022

Bapak dan Ibu, untuk lebih memahami tentang ATP Kurikulum Merdeka, yuk ikuti juga Webinar bulan September 2022 terbaru dari KOCO Schools Academy dengan tema “Semangat Merdeka Merancang Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka”.

Pada webinar kali ini, narasumber akan memaparkan:

  1. Prinsip-pinsip pembelajaran dan asesmen dalam Kurikulum Merdeka
  2. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi peserta didik
  3. Merumuskan perencanaan pembelajaran yang meliputi Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran, dan menyusun Atur Tujuan Pembelajaran dari Tujuan Pembelajaran
  4. Pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum merdeka sesuai dengan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level)
  5. Menilai kemampuan peserta didik dari aspek kognitif menggunakan platform KOCO Quiz.

Klik post di bawah untuk pendaftaran dan info lebih lanjut:

Leave a Reply

Your email address will not be published.