Education, Facts, Insights

Kembali PTM: Apa Saja Tantangan & Persiapannya?

Kembali PTM (Pembelajaran Tatap Muka) apakah sama dengan kembali normal? – Pembelajaran tatap muka kembali digelar. Di bulan Oktober ini, ada 3,039 yang resmi Belajar Tatap Muka di Jakarta. Hal ini tentunya disambut dengan antusias oleh pendidik maupun siswa, namun masih ada kekhawatiran yang dirasakan oleh banyak orang tua terkait penularan kasus COVID-19. 

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, Beijing, Perancis dan Singapura ikut membuka gerbang sekolah dengan pengawasan dan protokol kesehatan yang ketat. Setelah dua tahun belajar secara daring, saat ini guru dan siswa memulai transisi belajar secara hybrid atau blended learning. 50% pembelajaran dilakukan di rumah dan 50% pembelajaran tatap muka di sekolah. 

Namun dua tahun tentunya bukan waktu yang singkat, banyak perubahan yang terjadi. Contohnya, banyak siswa yang bahkan belum pernah bertemu teman satu kelasnya, metode belajar yang bisa menyesuaikan minat siswa, fleksibilitas dalam waktu dan media pembelajaran, dan lainnya. 

Pertanyaan selanjutnya, apakah Kembali PTM artinya Kembali Belajar seperti sebelum pandemi? Tidak. Dua tahun dalam perubahan baru, saat ini sekolah, guru dan siswa kembali dihadapkan dengan tantangan transformasi pembelajaran hybrid. 

Apa sajakah tantangan Kembali PTM? 

  1. Tantangan Infrastruktur. Pembelajaran Hybrid yang dilakukan sekolah saat ini adalah ketika guru mengajar di dalam kelas, ada video conference yang juga berjalan untuk merekam kegiatan belajar di dalam kelas. Sayangnya, masih banyak sekolah yang belum memiliki infrastruktur secara penuh seperti jaringan internet, cam recorder, layar infokus, dan proyektor. Sehingga pembelajaran bagi siswa yang berada dirumah juga kurang efektif. 
  1. Tantangan Psikologis. Siswa yang tidak pernah belajar secara langsung akan butuh waktu untuk beradaptasi belajar di kelas, bersosialisasi dengan teman-temannya, dan berani menyampaikan pendapat secara langsung.
  1. Tantangan Struktural. Banyak orang tua yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. Akibatnya sumber pendapatan ikut berkurang. Kembali PTM mengharuskan siswa membeli seragam, alat tulis, buku pendukung, biaya transportasi dan sebagainya. 
  1. Tantangan Kompetensi. Guru dituntut untuk menunjukkan dirinya sebagai sosok yang profesional dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik yang adaptif menjadi tantangan bagi banyak guru senior karena mereka diharuskan untuk melibatkan teknologi dalam pembelajaran.

Bagaimana sekolah, guru, siswa dan orang tua menghadapi tantangan PTM dan apa saja yang harus dipersiapkan?

Berikut ini adalah tips untuk sekolah dan guru agar pembelajaran tatap muka secara hybrid berjalan dengan lancar. 

Lakukan Asesmen Kembali PTM

Kembali PTM: Apa saja Tantangannya dan Apa yang Harus Dipersiapkan?

Sekolah perlu melakukan asesmen pembelajaran di awal pembelajaran tatap muka untuk melihat titik awal kemampuan siswa setelah berbulan-bulan menjalani pembelajaran yang minimal dan tidak teratur. Asesmen ini membantu guru memahami ketimpangan atau learning loss yang dialami oleh siswa. Dari hasil asesmen, guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran yang membantu pembelajaran agar efektif. 

Memanfaatkan LMS saat Kembali PTM

Pemanfaatan LMS (Ini 5 Rekomendasi LMS Gratis Yang Perlu Guru Tahu!) dalam hybrid atau blended learning sangat membantu proses pembelajaran kombinasi dan integrasi siswa yang berada di sekolah dan di rumah. Selain siswa belajar di kelas secara biasa, siswa juga secara online dapat belajar mandiri, bebas mencari sumber bahan dan informasi untuk menyelesaikan tugas kelas, dan bebas menentukan jadwal kapan mengakses kelas onlinenya. Dirumah, siswa dapat belajar sesuai dengan preferensi gaya belajar masing-masing. 

Gunakan Ice Breaking saat Kembali PTM

Untuk membantu siswa transisi dari sekolah online ke offline, guru dapat menggunakan metode ice breaking untuk mengembalikan suasana belajar menjadi menyenangkan dan nyaman. Ice breaking membantu siswa untuk bersiap mengikuti kegiatan belajar mengajar serta memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. 

Guru wajib tingkatkan kompetensi untuk mendukung Kembali PTM

Di abad 21, guru harus memiliki kompetensi pedagogik yang adaptif terhadap zaman. Guru yang berkualitas adalah guru yang aktif berinovasi dan mampu beradaptasi secara berkelanjutan. Yang perlu guru perhatikan adalah cara seperti apa yang efektif untuk mencapai hasil pembelajaran yang setara bagi semua siswa. 

Kebebasan memilih lokasi pembelajaran

Untuk mengatasi kekhawatiran orang tua terhadap kasus COVID-19, sekolah sebaiknya memberikan opsi bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran dirumah, online atau kombinasi keduanya. Saat ini, banyak siswa yang merasa pembelajaran online lebih nyaman dikarenakan mereka dapat menyesuaikan dengan gaya belajar masing-masing

Sekolah dan guru perlu memperhatikan Kembali PTM bukanlah hanya sekedar pengacuan pada standar kurikulum, melainkan pada peningkatan dari titik awal pengetahuan siswa. Sekolah sebaiknya fokus pada perbaikan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menurun selama sekolah ditutup. Dua poin ini adalah struktur dasar yang harus dicapai agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam pembelajaran. Kolaborasi pemerintah, sekolah, guru dan orang tua  sangat penting untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa baik di sekolah maupun dirumah. Setiap peserta didik berhak mendapat pendidikan yang berkualitas baik saat tatap muka maupun jarak jauh. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.