Insights, Teaching Method

Guru Wajib Paham! Pembelajaran Efektif dengan Manajemen Kelas

Ruang kelas terlihat berantakan, suasana begitu riuh, sementara siswa saling berhamburan kesana kemari. Bapak dan Ibu guru mencoba memanggil siswa agar dapat teratur, namun hasilnya sia-sia.

Pernahkah Bapak dan Ibu guru mengalami skenario di atas?

Hal tersebut sebenarnya berkaitan dengan istilah manajemen kelas, yang berarti sebuah proses dimana pihak guru dan sekolah menciptakan serta menjaga perilaku siswa yang sepantasnya di dalam lingkungan kelas. Manajemen kelas merupakan indikator yang penting untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan efektif. Bahkan, Manajemen Kelas termasuk salah satu poin yang dinilai dalam lima aspek pengukuran Survei Lingkungan Belajar untuk guru.

Apakah sebenarnya tujuan, prinsip dan strategi dari manajemen kelas yang baik? Apakah Bapak dan Ibu guru telah mengimplementasikannya dengan efektif? Mari simak ulasan berikut.

fungsi manajemen kelas.

Pengertian dan Tujuan Manajemen Kelas

Pengertian lainnya mengenai manajemen kelas dapat dikatakan sebagai tindakan yang diambil oleh guru untuk membangun dan mempertahankan lingkungan yang mendorong prestasi akademik siswa serta pertumbuhan sosial, emosional, dan moral mereka. Sebab itu, tujuan dari manajemen kelas tidak hanya sekedar ‘mengatur’ siswa, akan tetapi ‘mengatur’ dengan tujuan agar siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik.

Permasalahan dalam manajemen kelas memang merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi banyak guru sehingga menyebabkan stres, kecemasan ataupun burnout. Agar dapat menghindarinya, penting bagi guru untuk memahami strategi manajemen kelas yang baik.

Karena itu, mari pahami mengapa manajemen kelas yang efektif penting dalam belajar mengajar:

1. Mengurangi masalah di kelas

Kemampuan guru dalam mengatur kelas dan mengelola perilaku siswa merupakan faktor yang penting dalam menciptakan kelas yang efektif dan efisien. Meski manajemen perilaku yang baik tidak selalu menjamin pengajaran yang efektif, upaya ini dapat membangun lingkungan yang baik sehingga memungkinkan kegiatan pengajaran yang baik.

2. Menciptakan pembelajaran akademis yang bermakna

Pembelajaran yang bermakna serta memfasilitasi perkembangan sosial dan emosional. Kedua hal ini mendukung keberhasilan siswa dalam belajar, apapun latar belakang mereka.

3. Memperkuat kegigihan guru

Guru yang bermasalah dalam manajemen perilaku dan disiplin kelas sering kali tidak efektif di dalam kelas, sehingga memiliki gejala burnout serta tingkat stres yang tinggi. Manajemen kelas dan perilaku yang baik berpengaruh pada kegigihan seorang guru dalam karirnya, terutama pada guru-guru yang baru saja memulai karir mereka.

Prinsip Manajemen Kelas

Berikut ini adalah daftar prinsip-prinsip Manajemen Kelas yang didukung oleh penelitian seperti yang dikutip oleh James H. Stronge dalam bukunya “Qualities of Effective Teachers” (2002)

1. Disiplin & Proaktif

Kata-kata “lebih baik mencegah daripada mengobati” tentu tidak asing didengar oleh Bapak dan Ibu guru. Istilah tersebut sebenarnya merupakan sikap proaktif. Jangan menunggu sebuah problem hingga menjadi besar, namun terapkan upaya untuk menangguli apa yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Untuk menerapkan konsistensi dalam manajemen kelas, berlakukanlah semua aturan dan kebijakan yang ada terlepas latar belakang siswa.

2. Rutinitas

Buatlah rutinitas mengenai kegiatan kelas seperti cara pengumpulan tugas, persiapan tugas kelompok, dan sebagainya untuk menghemat waktu dan tenaga dalam menerangkan instruksi. Adanya prosedur yang rutin membuat kegiatan kelas lebih tidak rentan terhadap gangguan dan interupsi karena siswa mengetahui urutan kejadian yang normal dan apa yang diharapkan dari mereka.

3. Keseimbangan

Ciptakan keseimbangan antara variasi dan tantangan dalam aktivitas siswa. Adanya variasi dalam kegiatan belajar siswa mendukung penyerapan materi sesuai gaya belajar, sekaligus membuat belajar lebih menyenangkan. Sebaliknya saat siswa merasa bosan, disanalah mulai muncul berbagai masalah kedisiplinan. Tugas belajar yang terlalu mudah tidak menantang siswa, begitu pula yang terlalu sulit. Penting untuk dapat mengidentifikasi di mana siswa tetap dapat memberi perhatian penuhnya.

4. Perhatian

Guru sebagai pengelola kelas harus memiliki perhatian penuh atas apapun yang terjadi di dalam kelas. “Sementara guru menghadap papan tulis, mata mereka tetap mengawasi lewat punggungnya.” Hal ini akan membuat siswa merasa guru mengetahui apa yang mereka lakukan. Inilah juga yang disebut sebagai “Withitness“, yaitu kapasitas guru dalam menangkap kebutuhan siswa dengan perhatian dan akurasi.

5. Perilaku positif

Bangunlah kebiasaan positif di dalam kelas. Guru dapat memberikan feedback yang tulus dan membangun pada siswa. Bapak dan Ibu guru tidak perlu memberi pujian, ataupun terlalu pelit memberi pujian karena beberapa alasan seperti takut akan kurang dihargai siswa. Untuk memberi pujian yang tulus, Berikanlah pujian sesuai dengan porsi setiap peserta didik. Kebiasaan ini bisa menjadi cara untuk menghargai dan mengakui kerja keras, serta perilaku yang baik.

6. Mengatur fasilitas kelas.

Lingkungan eksternal dapat memengaruhi kita, sebagaimana halnya penataan ruang kelas dalam kegiatan belajar mengajar. Penataan meja dan kursi yang paling umum di dalam kelas adalah yang disusun secara berjajar menghadap guru. Akan tetapi, penataan ini tidak selalu meningkatkan interaksi antar siswa. Guru dapat menata ulang kursi dan meja sesuai dengan kebutuhan dan kondisi belajar.

7. Memaksimalkan waktu instruksi

Tak perlu menghabiskan waktu berlama-lama untuk mendisiplinkan siswa. Sebaiknya, manfaatkan waktu yang ada untuk memberi instruksi pelajaran.

Strategi Manajemen Kelas yang Efektif

Contoh Manajemen Kelas

Berdasarkan prinsip-prinsip di atas, dapat disimpulkan beberapa strategi manajemen kelas yang efektif:

1. Maksimalisasi struktur

Melibatkan perancangan lingkungan kelas yang efektif, nyaman, dan suportif untuk mempromosikan pengalaman belajar mengajar yang positif bagi seluruh siswa. Beberapa praktiknya meliputi:

  • Merancang lingkungan fisik secara efektif
  • Pengawasan secara aktif
  • Mengembangkan rutinitas atau prosedur kelas yang dapat diprediksi.

2. Prosedur, rutin, dan ekspektasi mengajar

Bangunlah prosedur kelas bersama siswa. Hal ini penting untuk menciptakan budaya kelas yang memiliki visi untuk sukses. Membangun “bahasa” yang sama bagi perilaku yang diharapkan dengan instruksi yang jelas, yang juga melibatkan hubungan antar guru dan siswa membangun kepemilikian serta tanggung jawab atas ekspektasi yang sama-sama diharapkan. Alhasil, lingkungan kelas yang positif juga dapat tercipta.

3. Melibatkan siswa secara aktif

Bapak dan Ibu guru dapat lebih melibatkan siswa dengan metode-metode pembelajaran dua arah. Metode pembelajaran ini umumnya lebih menarik bagi siswa karena baru dan berbeda dari rutinitas, sehingga meningkatkan partisipasi mereka dalam kelas. Meningkatnya keterlibatan siswa juga dapat berperan sebagai feedback berkelanjutan mengenai pembelajaran siswa serta efektivitas strategi mengajar Bapak dan Ibu guru,

4. Menghargai perilaku yang baik

Menjadikan hal ini bagian dari pengajaran memungkinkan perilaku yang diharapkan akan lebih sering ditunjukkan siswa dan membantu dalam menciptakan lingkungan kelas yang aman, nyaman, dan suportif.

5. Merespon perilaku yang kurang baik

Upaya ini dilakukan untuk mencegah masalah perilaku yang berkepanjangan, serta menciptakan kesempatan bagi siswa untuk belajar dan mengelola ekspektasi. Beberapa cara dibawah ini bisa Bapak dan Ibu guru implementasikan untuk mencegah perilaku kurang baik yang berkepanjangani:

  • Koreksi kesalahan dan pengarahan
  • Teknik “planned ignoring” (mengabaikan perilaku buruk tertentu)
  • Penghargaan bagi siswa yang memperbaiki kesalahan

Manajemen kelas tidak hanya tentang sekedar bagaimana membuat siswa dapat duduk dan diam di tempatnya. Lebih daripada itu, manajemen kelas meliputi cara membangun hubungan yang kuat dengan para siswa, mendorong mereka untuk turut mengambil bagian dalam pembelajaran, serta keterbukaan dari Bapak dan Ibu Guru. Budaya kelas yang baik untuk para siswa tentunya baik untuk para guru juga.

Apakah Bapak dan Ibu guru tertarik untuk mengetahui cara efektif lainnya dalam mengelola kelas? Bapak dan Ibu guru dapat menggunakan platform mengajar seperti Learning Management System (LMS). LMS juga merupakan salah satu platform yang dapat membantu Bapak dan Ibu guru mengelola kelas dari jarak jauh, seperti yang sering diterapkan semenjak pandemi.

KOCO Schools menyediakan LMS sebagai solusi pembelajaran satu akses yang terintegrasi untuk guru, siswa dan orang tua baik secara online maupun hybrid. Dilengkapi dengan 30,000+ bank soal, akses buku dari Kemendikbud serta fitur-fitur lainnya, LMS KOCO Schools dapat membantu Bapak dan Ibu guru dalam membuat soal, mempersiapkan materi pelajaran, mengatur jadwal kelas, pengelolaan tugas, evaluasi nilai siswa dan banyak lainnya!

Bapak dan Ibu guru dapat mengakses LMS KOCO School dengan mendaftar secara gratis di sini. Salam pendidikan!

Leave a Reply

Your email address will not be published.