Teaching Resources

Project Based Learning : Pengertian, Prinsip dan Cara Menerapkannya

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,  pembelajaran di Indonesia pun ikut berubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Salah satu model pembelajaran yang menjadi topik hangat beberapa tahun terakhir adalah Project Based Learning (PBL) atau Pembelajaran Berdasarkan Proyek. 

Model ini lebih menekankan pada efektivitas pembelajaran di mana siswa bisa menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari secara langsung. Project based learning ini juga memungkinan Bapak dan Ibu guru untuk mengembangkan proses belajar-mengajar yang lebih inovatif. 

Nah, adakah Bapak dan Ibu guru yang sudah menerapkan pembelajaran berdasarkan proyek ini di kelas? Atau ada rencana ingin mencoba menerapkannya, tapi bingung bagaimana langkah-langkah penerapan project based learning

Tidak perlu khawatir, KOCO Schools sudah merangkum informasi lebih lanjut tentang project based learning ini, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, kelebihan dan kekurangannya, serta langkah-langkah penerapan project based learning. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Pengertian Project Based Learning

Dilansir dari Power School, project based learning atau pembelajaran berdasarkan proyek adalah model pembelajaran yang dirancang untuk memberikan siswa kesempatan agar dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui proyek-proyek yang melibatkan tantangan dan masalah yang akan mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan begitu, siswa dapat menemukan solusi dari permasalahan tersebut secara langsung. Pembelajaran berbasis proyek ini juga tidak hanya menekankan pada hasil akhir saja, tapi proses penyelesaian atau pemecahan masalah tersebut sehingga membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. 

Sebab, siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku, kemudian mengerjakan tugas dan soal ulangan, tapi juga berpartisipasi aktif dalam penyelesaian proyek. 

Selain itu, lewat project based learning ini juga, siswa dapat mengasah soft skill, seperti berpikir kritis, problem solving, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. 

Prinsip-prinsip Project Based Learning

Sebelum menerapkan pembelajaran berbasis proyek, ada baiknya Bapak dan Ibu guru memahami prinsip-prinsip yang harus dimasukkan ke dalam model pembelajaran ini. Berikut prinsip-prinsip project based learning

1. Berangkat dari Sebuah Permasalahan atau Pertanyaan

Model pembelajaran ini selalu berawal dari sebuah permasalahan atau pertanyaan. Permasalahan ini yang kemudian harus dipecahkan atau diselesaikan oleh siswa. 

Tingkat kesulitan setiap permasalahan juga  harus disesuaikan dengan level pendidikan siswa. Jangan sampai memberikan tantangan untuk siswa kelas 5 SD pada siswa kelas 1 SD. 

2. Otentik dan Relevan

Proyek yang dikerjakan siswa harus relevan dengan permasalahan yang ada dalam dunia nyata atau pengalaman siswa. Dengan begitu, siswa dapat menghubungkan dan menggunakan pengetahuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata. 

3. Kebebasan untuk Memilih

Model pembelajaran berdasarkan proyek juga direkomendasikan untuk memberikan kebebasan pada siswa dalam memilih atau menentukan strategi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah, produk apa yang akan dihasilkan, serta langkah-langkah yang akan digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. 

4. Self-Reflection

Dalam project based learning ini, siswa diharapkan dapat menyimpulkan dan mengambil pelajaran berharga yang bisa diambil selama proses penyelesaian proyeknya. 

5. Feedback

Tidak hanya mengajarkan siswa ilmu pengetahuan saja, tapi model pembelajaran berbasis proyek ini juga mengajarkan siswa agar dapat memberikan dan menerima masukan atau saran atas proyek yang dikerjakan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar dari guru saja, tapi juga bisa saling belajar dengan sesama temannya. 

6. Presentasi

Pada akhir proses pembelajaran berdasarkan proyek, siswa harus mampu mempresentasikan penemuan ataru produk yang dihasilkan di depan teman-teman sekelasnya atau mungkin di depan masyarakat umum. Selain untuk digunakan sebagai bahan diskusi, diharapkan semua siswa juga dapat belajar hal yang sama dan menarik kesimpulan dari apa yang telah dipelajari. 

Project Based Learning
Infografik Project Based Learning

Kelebihan dan Kekurangan Project Based Learning

Meskipun model project based learning ini memberikan sejumlah manfaat atau kelebihan untuk peserta didik, tetapi ada beberapa kekurangan yang dimiliki oleh pembelajaran berbasis proyek ini. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan project based learning yang perlu Bapak dan Ibu guru ketahui. 

Kelebihan

  • Membantu siswa belajar aktif secara mandiri
  • Mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas siswa karena dikerjakan secara berkelompok
  • Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak monoton karena siswa dituntut untuk aktif berpartisipasi
  • Mengasah kemampuan problem solving dan berpikir kritis siswa

Kekurangan

  • Siswa bisa saja tidak produktif atau aktif berpartisipasi karena Bapak dan Ibu guru tidak selalu mendampingi mereka dan hanya terlihat aktif ketika guru memantau saja
  • Jika pengerjaan proyek dilakukan secara daring, maka akan membuat siswa merasa jenuh berinternet karena adanya batasan tertentu
  • Membutuhkan waktu belajar di kelas yang lebih lama sehingga guru perlu mengondisikan agar kelas tetap kondusif

Langkah-langkah Menerapkan Project Based Learning

Sama seperti model pembelajaran lainnya, model pembelajaran berdasarkan proyek ini juga memerlukan persiapan dan perencanaan agar dapat berjalan dengan baik. Jika Bapak dan Ibu guru tertarik untuk menerapkan model pembelajaran ini, berikut langkah-langkah penerapannya.

1. Mulai dengan Sebuah Pertanyaan

Model project based learning dimulai dengan sebuah pertanyaan atau masalah yang harus dipecahkan dan menghasilkan sebuah penemuan atau produk. Pemilihan pertanyaan atau masalah yang harus diselesaikan juga harus sesuai dengan kehidupan nyata. 

Artinya pertanyaan atau permasalahan tersebut sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, bukan khayalan atau fiktif belaka. Selain itu, pemilihan masalah tersebut juga harus bisa memberikan makna atau pelajaran untuk siswa. 

2. Membuat Perencanaan Proyek

Setelah mengajukan pertanyaan atau permasalahan yang ditemui, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan proyek. Perencanaan meliputi aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan, alat dan bahan yang akan digunakan untuk menyelesaikan proyek, dan tujuan yang ingin dicapai dari penugasan proyek ini. 

3. Menyusul Jadwal atau Timeline Proyek

Bapak dan Ibu guru bisa mengajak siswa untuk menyusun jadwal atau timeline proyek. Waktu penyelesaian proyek harus jelas sehingga siswa tidak bingung kapan harus mengumpulkan atau menyelesaikan proyek tersebut. 

Tentukan periode perancangan, pengumpulan data, proses pemecahan masalah, hingga waktu untuk presentasi. Dalam penerapannya, mungkin akan terjadi perubahan. 

Namun, Bapak dan Ibu guru bisa bersikap fleksibel terhadap perubahan tersebut. Tetap dampingi dan bantu siswa dalam menyelesaikan proyek tersebut, serta beri peringatan jika batas waktu yang diberikan sudah semakin dekat. 

4. Pantau Proses Pengerjaan Proyek

Meskipun siswa diberi kebebasan untuk menyelesaikan proyek ini, tapi Bapak dan Ibu guru tetap harus memantau siswa selama proses pengerjaan proyek. Hal ini penting untuk dilakukan guna memastikan bahwa proyek yang diberikan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan siswa bisa mendapatkan manfaat dari pembelajaran ini. 

Tak hanya itu saja, siswa juga bisa bertanya pada guru jika dalam proses pengerjaan proyek ada hal-hal yang membuat mereka bingung sehingga Bapak dan Ibu guru bisa memberikan saran atau masukan kepada mereka. 

5. Memberikan Penilaian Terhadap Hasil Proyek

Langkah selanjutnya adalah berikan penilaian terhadap hasil proyek yang telah dilakukan siswa. Dalam hal ini, penilaian meliputi keberhasilan siswa dalam memenuhi standar pembelajaran, sejauh mana proyek ini berdampak pada pemahaman dan kemajuan siswa dalam belajar. 

Selain itu, guru juga bisa memberikan feedback terhadap proyek yang telah diselesaikan oleh siswa. 

6. Melakukan Evaluasi

Pada akhir pembelajaran, Bapak dan Ibu guru serta siswa dapat melakukan evaluasi terhadap proyek yang telah diselesaikan. Sebaiknya, guru memberikan kesempatan dan kebebasan pada siswa dalam mengutarakan pendapat atau pengalamannya selama menyelesaikan proyek. 

Bapak dan Ibu guru juga bisa menilai apakah metode pembelajaran berdasarkan proyek ini membuat siswa bersemangat dan bisa diterapkan di pembelajaran selanjutnya. 

Nah, itulah informasi mengenai project based learning yang lebih menekankan pada efektivitas pembelajaran. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Bapak dan Ibu guru dalam memahami lebih dalam mengenai pembelajaran berdasarkan proyek ini. 

Selain pembelajaran dengan model Project Based Learning, Bapak dan Ibu juga dapat menerapkan model Personalisasi Pembelajaran. Tentunya dengan Strategi Mengajar yang tepat, pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published.