Education

Tips Manajemen Kelas untuk Menyambut Tahun Ajaran Baru

Tahun ajaran baru akan tiba! Nah, salah satu hal yang harus dipersiapkan saat menyambut tahun ajaran baru adalah berkolaborasi dengan siswa maupun orang tua terkait aturan dan manajemen kelas selama dua semester ke depan.

Saat baru pertama masuk sekolah kembali, suasana kelas biasanya akan dipenuhi rasa gembira, antisipasi, ataupun kegugupan. Namun tak jarang juga akan timbul suasana yang cukup menguras waktu dan tenaga Bapak dan Ibu guru. Untuk menghindari hal itu terjadi, penting bagi Bapak dan Ibu guru untuk menerapkan peraturan pengelolaan kelas di hari pertama. Nah ini dia tips manajemen kelas untuk menyambut tahun ajaran baru!

Manajemen kelas untuk siswa
Manajemen kelas di Tahun Ajaran Baru

Tips Manajemen Kelas di Tahun Ajaran Baru

1. Kenali siswa

Cara pertama untuk berhasil mengelola kelas adalah mengenal karakter siswa lebih baik. Dengan mengetahui karakteristik, minat, dan gaya belajar siswa, Bapak dan Ibu bisa terbantu dalam mengelompokkan siswa berdasarkan kebutuhannya ataupun menjaga siswa agar tidak berperilaku yang kurang baik.

Membangun kedekatan emosional dengan siswa dapat membantu Bapak dan Ibu guru jadi lebih mudah untuk mengatur mereka.

Adakah cara agar saya bisa mengenal siswa lebih baik?

Bapak dan Ibu guru bisa mencoba strategi “3×10”. Maksud dari strategi ini adalah, Bapak dan Ibu bisa meluangkan waktu 3 menit sehari selama 10 hari berturut-turut untuk bertemu tiap siswa secara individu dan mengenal mereka lebih dekat lagi. Bapak Ibu guru bisa menanyakan hal seputar aspirasi, gaya belajar, kesulitan yang ditemui dalam pelajaran atau sekolah, dll.

Bapak dan Ibu juga bisa bebas menyesuaikan strategi ini sesuai kebutuhan.

Harapannya adalah, di hari ke-10 Bapak dan Ibu sudah mulai menciptakan ikatan dengan siswa. Ketika ada hubungan yang baik antar guru dan siswa, mengelola kelas bisa jadi lebih mudah. Perlu diingat, bahwa menciptakan hubungan yang positif memang membutuhkan waktu dan guru tetap perlu lanjut menjaga kondisi tersebut sepanjang tahun ajaran.

2. Atur tugas piket

Memberi tugas piket pada siswa di tahun ajaran baru ternyata ada manfaatnya. Pertama, hal ini bisa jadi cara yang bagus untuk mengajarkan siswa mengenai tanggung jawab. Kedua, hal ini menjaga kelas tetap terawat dan teratur. Ketiga, kelas dapat berjalan lebih lancar ketika setiap siswa tahu apa yang diharapkan dari mereka.

Kunci untuk menciptakan kebiasaan ini berhasil adalah konsistensi. Bapak dan Ibu guru perlu menjaga sistem ini agar kelas tetap teratur dan terjaga. Salah satu cara mudah untuk melakukan hal ini adalah dengan merotasi tugas kelas tiap minggu. Jika ada siswa yang tidak menyukai piketnya dalam 1 minggu, mereka akan di rotasi dengan tugas lain di minggu berikutnya.

3. Buat tujuan kelas bersama

Melibatkan siswa dalam perencanaan tujuan akhir kelas yang ingin dicapai bisa lebih mudah dipahami oleh anggota kelas jika mereka dilibatkan dan bertanggung jawab atas hasil diskusi yang dilakukan.

Nah bagaimana jika ada poin tertentu yang ingin Bapak dan Ibu guru terapkan di dalam kelas ketika sesi diskusi berlangsung?

Jika Bapak dan Ibu guru ingin mengajukan ide baru namun juga ingin membuat siswa merasa seakan-akan mereka juga memikirkan pendapat yang sama, Bapak dan Ibu bisa memancing siswa dengan melontarkan pertanyaan ke arah yang Bapak dan Ibu guru maksud.

Buatlah sesi brainstorming kelas di mana siswa dapat mengekspresikan ide dari peraturan kelas yang akan diterapkan. Bapak dan Ibu juga bisa membagikan ide-ide ataupun membuat voting di kelas.

manajemen kelas
Membuat tujuan bersama dalam membuat manajemen kelas

4. Sosialisasikan peraturan kelas dengan benar

Tips manajemen kelas lainnya untuk memulai tahun ajaran baru dengan baik adalah dengan mengajarkan prosedur aturan-aturan yang telah dibuat bersama dengan cara yang dapat dimengerti siswa dengan mudah.

Prosedur berarti menjelaskan sesuatu yang ingin Bapak dan Ibu guru ingin capai dengan cara yang Bapak dan Ibu guru inginkan. Akan tetapi, kadang beberapa guru berasumsi bahwa siswa memahami apa yang diminta oleh Bapak dan Ibu guru, ketika sebenarnya siswa masih belum memahami. Sebaiknya, jangan beri asumsi bahwa siswa akan langsung memahami apa yang Bapak dan Ibu guru pinta dari mereka. Bapak dan Ibu juga harus menunjukkannya secara konkrit.

Misalnya, Bapak dan Ibu memiliki peraturan tertentu mengenai bagaimana Bapak dan Ibu ingin siswa menyerahkan pekerjaan rumahnya. Maka, Bapak dan Ibu guru perlu memperlihatkannya dan ajak siswa untuk menunjukkan juga pada Bapak dan Ibu guru apa yang telah mereka lihat dari guru.

Memberikan siswa contoh secara langsung tidak hanya akan membantu siswa menyerap apa yang diajarkan, namun juga menunjukkan bahwa mereka mampu memahami prosedur dan tahu apa yang harus dilakukan. Berikutnya, jika diperlukan Bapak dan Ibu guru bisa membiarkan siswa mempraktikkan prosedur tersebut berulang kali setelah dijelaskan oleh Bapak dan Ibu guru agar mereka semakin cepat terlatih.

5. Pastikan siswa selalu memiliki aktivitas di kelas

Terlalu banyak peraturan, apakah saya terlihat menjadi guru yang diktator? Tentu saja tidak! Justru aturan ini akan membantu siswa terbiasa untuk terorganisir tanpa harus dikejar-kejar oleh Bapak dan Ibu guru.

Jika di pertemuan pertama saja siswa tidak tahu apa yang diekspektasikan dari dirinya masing-masing, kelas bisa langsung jadi kacau. Hal-hal tak terduga juga bisa terjadi kapan saja, oleh karena itu, penting bagi guru untuk memiliki rencana kegiatan untuk momen-momen tak terduga, misalnya jika pembelajaran berakhir lebih cepat atau saat periode transisi. 

Pastikan siswa tahu apa yang mereka harus lakukan sebelum bel berbunyi di pagi hari dan ketika kelas akan bubar. Meskipun, tak peduli seberapa jauh dan matang Bapak dan Ibu guru telah mempersiapkan rencana kegiatan Bapak dan Ibu guru, hal-hal tak terduga tetap bisa saja terjadi. Sebab dari itu penting untuk memiliki aktivitas yang dapat mengisi waktu untuk memastikan siswa tetap “sibuk”.

Bapak dan Ibu guru, itu dia beberapa tips yang dapat membantu dalam mengelola kelas dan membantu siswa lebih disiplin. Jika artikel ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu, silahkan bagikan ke teman-teman guru lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.